Ithaca Resources terus menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas perusahaan dengan berbagai inovasi. Hal ini dibuktikan dengan hasil gemilang yang diraih oleh Sapu Banyu sebagai tim perwakilan dari PT Artha Tunggal Mandiri dalam Ajang Temu Karya Mutu & Produktivitas Nasional (TKMPN) Ke-27 yang berakhir pada Kamis (30/11/23) lalu di Hotel Alana, Yogyakarta.
Temu Karya Mutu & Produktivitas Nasional (TKMPN) merupakan sebuah ajang atau forum tingkat nasional yang rutin dilaksanakan setiap tahun dan menjadi sarana bagi seluruh perusahaan, baik swasta ataupun pemerintah, untuk menunjukan karya inovasi terbaiknya dan saling berbagi pengalaman dari berbagai jenis usaha atau bidang industri. Pada tahun ini TKMPN diikuti oleh 183 perusahaan yang terbagi dalam 557 tim.
Tampil perdana di ajang ini, Tim Sapu Banyu yang berisikan Bapak Baris Simamora selaku Plant SH, Bapak M. Irfan Mashuri selaku Deputy Maintanance Crusher SH, dan Bapak Sofyan Hadi Santoso selaku Koordinator Mekanik, berhasil mendapatkan raihan emas setelah memukau juri dengan pemaparan materi bertemakan Inovasi Ponton.
Inovasi Ponton adalah penemuan terbaru untuk mengatasi masalah yang terjadi di area radial coveyor PT Artha Tunggal Mandiri. Sebelumnya, pompa Jetty yang berada di area radial conveyor di Sungai Punan memang kerap mengalami masalah seperti penyumbatan sampah yang masuk ke dalam foot valve pompasehingga tidak dapat menyerap air dengan baik.
Padahal air tersebut biasanya dimanfaatkan sebagai pelarut chemical yang disemprotkan di area coal processing plant agar batubara tidak mudah terbakar dan mengurangi timbulnya debu yang menyebabkan polusi. Selain itu, saat pompa tersumbat, terdapat kesulitan untuk memindahkan pompa yang terletak di dalam air sungai ke darat untuk diperbaiki.
Berangkat dari akar masalah ini, Tim Sapu Banyu menciptakan inovasi ponton yang sudah dipikirkan secara matang, mulai dari desain hingga lokasi penempatan. Inovasi ini sendiri terinspirasi dari model dermaga apung yang biasa digunakan untuk penyebrangan karyawan.
Desain ponton yang sudah diperbaharui mampu mencegah sampah-sampah masuk pada ruangan foot valve. Pemasangan plat mesh penyaring juga menjadi penahan kedua agar sampah tidak dapat menjangkau area foot valve dan air tetap bisa ditarik atau dipompa.
Apabila terjadi kerusakan pompa akibat faktor-faktor lainnya, inovasi ponton ini dapat menanggung beban sampai dengan 4 orang dalam kondisi tetap mengapung. Jadi, hal tersebut dapat memudahkan akses untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan pompa, tanpa harus memindahkannya terlebih dahulu ke area darat.
Bapak M. Irfan Mashuri menyampaikan bahwa keberhasilan GKM dalam mengatasi masalah pompa Jetty ini adalah hasil kerja keras, kolaborasi tim, dan tekad untuk selalu melakukan yang terbaik.
Dengan demikian, pencapaian gemilang Tim Sapu Banyu tidak hanya menorehkan catatan prestasi melainkan juga memberi inspirasi bagi karyawan lainnya untuk menciptakan inovasi-inovasi yang memajukan dan membanggakan Ithaca Resources.






